Adolfo Constanzo Si Dukun Maut Meksiko
Thursday, 1 October 2015
0
comments
Pada awal tahun 1980-an hingga 1989, Adolfo Constanzo menjalani profesi sebagai "dukun" yang sering disewa oleh gembong pengedar narkoba di Meksiko. Dia pernah belajar ilmu gaib dengan dukun Haiti dan, pada umur 6 bulan, diberkati oleh dukun Haiti dengan cara diberi minum air rebusan tulang manusia. Awal tahun 1983, Adolfo mulai "membuka bisnis" dengan menjual ilmu gaib seperti kebal peluru dan sebagainya, sehingga sering disewa oleh bandar narkoba, bos besar gembong penjahat, dan bahkan pejabat polisi korup. Adolfo berhasil mengumpulkan banyak pengikut, yang membantunya melakukan berbagai ritual gaib yang didedikasikan untuk Kadiempembe (semacam iblis dalam kepercayaan Haiti).
Ritual yang dilakukannya melibatkan pembunuhan, dan menurutnya, agar efeknya lebih baik, "korbannya harus mati menderita." Tiap korbannya disiksa selama beberapa jam sebelum dibunuh, dan organ-organ tubuh mereka seperti bola mata, tulang, darah, isi perut dan otak direbus dalam kuali bersama dengan ramuan dan jampi-jampi. Adolfo mengumpulkan banyak kekayaan dari bisnisnya sehingga ia bisa membeli apartemen mewah dan mobil-mobil impor.
Reputasinya sangat menyebar sehingga bahkan grup pengedar narkoba takut padanya. Ketika salah satu grup pengedar narkoba yang dibantunya menolak menjadikannya partner permanen, 7 orang anggota grup itu menghilang. Mereka kemudian ditemukan sudah mengapung di sungai dengan jari, telinga, jantung, otak dan tulang belakang mereka hilang. Adolfo dan pengikutnya bertanggungjawab terhadap 23 pembunuh ritual di Mexico City, dengan korban bervariasi mulai dari penduduk biasa, para keluarga, dan siapapun yang menjadi musuh kliennya.
Kehancuran Adolfo dimulai ketika ia dan pengikutnya menculik seorang pemuda Amerika yang sedang berlibur di Meksiko. Hal ini membuatnya mulai dikejar oleh polisi Meksiko yang ditekan pemerintah Amerika, dan keluarga si pemuda juga menawarkan imbalan $15.000 bagi yang bisa menemukan pembunuhnya. Ketika polisi melacak mayatnya, tak ada yang tersisa dari pemuda itu kecuali otaknya yang ditemukan mengapung di dalam kuali Adolfo.
Adolfo dan pengikutnya kemudian ditemukan polisi di sebuah apartemen, yang disusul tembak-menembak. Karena putus asa, Adolfo meminta pengikutnya menembak mati dirinya dan kekasihnya, Martin Quintana. Ia meninggal pada tanggal 6 Mei 1989, dan semua anggota grup ritualnya dipenjara seumur hidup di Meksiko.
- Beruthiel

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Adolfo Constanzo Si Dukun Maut Meksiko
Ditulis oleh Anonym
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://blognyaikwal.blogspot.com/2015/10/adolfo-constanzo-si-dukun-maut-meksiko.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Anonym
Rating Blog 5 dari 5
0 comments:
Post a Comment
1. Gunakan Kata - Kata yang baik :)
2. Jangan Menggunakan Kata-kata yg barbau sara